Showing posts with label hardware. Show all posts
Showing posts with label hardware. Show all posts

Tuesday, May 12, 2015


BIOS adalah singkatan dari Basic Input Output System. merupakan suatu software (ditulis dalam bahasa assembly) yang mengatur fungsi dasar dari perangkat keras (hardware) komputer. BIOS tertanam dalam sebuah chip memory (ROM ataupun Flash Memory berbahan Comlpimentari Metal Oxide Semiconductor (CMOS) yang terdapat pada motherboard. Sebuah baterai yang biasa disebut sebagai baterai CMOS berfungsi untuk menjaga agar tanggal dan settingan lainnya yang telah kita set pada BIOS tidak hilang atau kembali ke konfigurasi awal meskipun komputer dimatikan.

Fungsi utama BIOS

Fungsi utama BIOS adalah untuk memberikan instruksi yang dikenal dengan istilah POST (Power On Selft Test) yaitu perintah untuk menginisialisasi dan identifikasi perangkat sistem seperti CPU, RAM, VGA Card, Keyboard dan Mouse, Hardisk drive, Optical (CD/DVD) drive dan hardware lainnya pada saat komputer mulai booting.

Cara Kerja BIOS 

Cara kerja BIOS adalah dimulai dengan proses inisialisasi, dimana dalam proses ini kita bisa melihat jumlah memory yang terinstall, jenis hardisk dan kapasitasnya dan sebagainya. BIOS kemudian akan mencari, menginisialisasi dan menampilkan informasi dari Graphics Card. Kemudian akan mengecek device ROM lain seperti hardisk dan kemudian melakukan pengetesan RAM yaitu memory count up test. Setelah  semua test komponen berhasil dilakukan, BIOS kemudian akan mencari lokasi booting device dan Sistem Operasi.

MENU-MENU PENGATURAN PADA BIOS

Cara Akses BIOS

Untuk mengakses BIOS dapat kita lakukan dengan menekan tombol tertentu (biasanya tombol Delete atau F2) pada Keyboard pada saat pertama kali komputer dinyalakan. Akan terdapat tulisan misalnya "Pres F2 to enter setup", maka langsung saja tekan tombol F2 berulang-ulang.

Cara seting atau konfigurasi BIOS ini berbeda-beda tergantung dari vendor pembuatnya, disini saya akan menampilkan menu-menu pada BIOS yang umum kita temui yaitu Phoenix Award BIOS. Menu utama pada BIOS ini adalah :
1.    Standard CMOS Features, untuk seting tanggal dan melihat hardisk yang terdeteksi, dll.
2.    Advanced BIOS Features, pengaturan boot device priority (pilihan device untuk pertama booting) dapat diset disini.
3.    Advanced Chipset Features
4.    Integrated Peripherals
5.    Power Management Setup, pembagian tegangan untuk masing-masing periferal dimana ini sering digunakan untuk overclocking
6.    PnP/PCI Configuration, mengkonfigurasi clock/kecepatan dari setiap perangakat yang terpasang pada port PCI/PnP,misal vga pci ,lancard pci, wirelles port pci, HDMI,dll
7.    PC Health Status, kita bisa cek temperatur dan tegangan dari Power Suplly disini.
8.    Load Fail-Safe Defaults (Load Factory Setting), pilih menu ini untuk mengembalikan seluruh setingan ke mode asalnya (default).
9.    Load Optimized Defaults, mengembalikan settingan optimal yang direkomendasikan oleh bawaan pabrik.
10.    Set Supervisor Password, memberi kata sandi agar tidak sembarangan user mampu mengubah-ubah settingan BIOS
11.    Set User Password,
12.    Save & Exit Setup, menyimpan settingan BIOS lalu keluar.

13.    Exit Without Saving , keluar dari layar bios tanpa menyimpan settingan.

Saturday, May 9, 2015

A.    PENGERTIAN
Interupsi adalah pusat system operasi yang menyediakan cara efisien bagi system operasi untuk berinteraksi dan bereaksi terhadap lingkungannya. Pemrograman berbasis interupsi secara langsung didukung hampir seluruh CPU modern. Interupsi menyediakan cara otomatis menyimpan isi register local dan menjalankan kode khusus sebagai respon terhadap sebuah kejadian.
Ketika interupsi diterima, hardware computer secara otomatis menunda program apapun yang sedang dijalankan, menyimpan statusnya dan menjalankan kode computer yang berhubungan dengan interupsi yang terjadi sebelumnya. Dalan system operasi modern, interupsi ditangani oleh kernel system operasi. Interupsi bisa datang dari hardware computer atau program yang sedang berjalan. Interupsi system disebabkan kejadian eksternal dan tak bergantung proses yang saat itu sedang running pada diagram state proses. Pada kejadian interupsi, kendali lebih dulu ditransfer ke interrupt handler yang melakukan penyimpanan data-data dan kemudian beralih ke rutin system operasi yang berkaitan dengan tipe interupsi itu.
B.     PENANGANAN INTERUPSI
Ada beberapa tahapan dalam penanganan interupsi :
1.      Controller mengirim sinyal interupsi melalui interrupt-request-line
2.      Sinyal dideteksi oleh prosessor
3.      Prosessor akan lebih dahulu menyimpan informasi tentang keadaaan state-nya (informasi tentang proses yang sedang dikerjakan)
4.      Prosessor mengidentifikasi penyebab interupsi
5.      Transfer control ke interrupt handler
6.      Setelah dapat diatasi, prosessor akan kembali ke keadaan seperti sebelum terjadi interupsi


C.    TIPE-TIPE INTERUPSI
-          Interupsi clock (clock interrupt)
System operasi menentukan apakah proses yang sendang berjalan telah mengeksekusi selama jatah waktunya.
Jika telah mencapai jatahnya, maka proses dialihkan ke state ready dan proses lain dijadwalkan running.
-          Interupsi masukan/keluaran (I/O interrupt)
Kejadian diaman peralatan masukan/keluaran interupsi meminta layanan system operasi. System operasi segera menentukan aksi-aksi masukan/keluaran yang harus dilakukan.
-          Page/ memory fault
Pemroses menemui pengacuan alamat memori maya yang tidak terdapat di memori utama. System operasi segera memerintahkan untuk mengambil page yang terdapat alamat yang dimaksud untuk pindak ke memori utama. Untuk memungkinkan terjadinya interrupt ini pada system computer, CPU memiliki suatu jalur khusus  terhadap suatu chip pengatur interrupt eksternal, yang berisi database sederhana yang dikenal dengan interrupt vector.

D.    PENYEBAB INTERUPSI
 Mekanisme interupsi tidak hanya digunakan untuk menanganinoperasi yang berhubungan engan perangkat masukan/keluaran.  System  operasi menggunakan mekanisme interupsi untuk beberapa hal, diantaranya:
1.      Menangani exception expection, adalah kondisi dimana sebuah system operasi didapatkan hasil tertentu yang dianggap khusus sehingga perlu mendapat perhatian khusus
2.      Mengatur virtual memory paging
3.      Menangani perangkat lunak interupsi
4.      Menangani alur control kernel

Jika interupsi yang terjadi merupakan permintaan untuk transfer data yang besar, maka penggunaan interupsi  menjadi tidak efisien, untuk mengatasinya digunakan DMA.

Thursday, May 7, 2015

Table routing adalah table yang memuat seluruh informasi IP address dari interfaces router yang lain sehingga router yang satu dengan router lainnya bisa berkomunikasi. Routing table hanya memberikan informasi sedang routing algoritma yang menganalisa dan mengatur routing table.
Intinya, router hanya tahu cara menghubungkan nertwork atau subnet yang terubung langsung dengan router tersebut. Router akan memberi rekomendasi jalur mana yang paling tepat untuk melewatkan paket data yang dikirim ke alamat tertentu sesuai dengan informasi yang terdapat pada tabel routing sehingga pada saat paket data telah dikirimkan atau diarahkan maka router akan melakukan pemeriksaan yang terdapat pada tabel routing dan router akan menentukan jalur mana yang paling sesuai dengan informasi yang ada.
Informasi yang terdapat pada tabel routing dapat diperoleh secara static routing melalui perantara administrator dengan cara mengisi tabel routing secara manual ataupun secara dynamic routing menggunakan protokol routing, dimana setiap router yang berhubungan akan saling bertukar informasi routing agar dapat mengetahui alamat tujuan dan memelihara tabel routing.
Ada 2 item yang harus dimasukan oleh tabel routing untuk mengirim paket data, diantaranya:
a.       Destination Address merupakan sebuah alamat pada jaringan yang dapat dijangkau oleh router
b.       Pointer to the Destination merupakan penunjuk yang akan memberitahukan bahwa jaringan atau network yang dituju dapat terhubung dengan router.
Router akan menyesuaikan informasi yang terdapat pada tabel routing sebelum mengirimkan ke alamat tujuan sehingga tidak ada yang namanya salah sasaran dalam mengirimkan paket data.
 Berikut adalah urutan pada tabel routing untuk menyesuaikan alamat tujuan:
·                 Host Address
·                 Subnet
·                 Group of Subnet
·                 Major Network Number
·                 Group of Major Network Numbers
·                 Default Address
Jika data yang dikirimkan oleh pengirim ke alamat atau jaringan yang dituju tidak sesuai dengan entri diatas maka paket data yang telah dikirimkan oleh pengirim akan dibuang dan pengirim data akan diberikan pesan oleh router bahwa data yang dikirim telah di drop karena ketidaksesuain dan terjadi kesalahan pengalamatan pada address source pengirim.  Tabel

Routing pada umumnya berisi informasi tentang:
·         Alamat Network Tujuan
·         Interface Router yang terdekat dengan network tujuan
·         Metric, yaitu sebuah nilai yang menunjukkan jarak untuk mencapai network tujuan. Metric tesebut menggunakan teknik berdasarkan jumlah lompatan (Hop Count).


Contoh sebuah table Routing